Penyakit Bila Anda Konsumsi Gula Berlebih bagi Tubuh

Konsumsi Gula Berlebih

Di artikel ini kami akan jelaskan mengenai Resiko Penyakit Bila Anda Konsumsi Gula Berlebih bagi Tubuh. Gula ialah sumber daya yang gampang dicerna dan diresapi oleh tubuh. Penelitian dari Massachusset Institut of Tecnology, AS, menyatakan bahwa glukosa merupakan kekuatan yang paling sederhana yang dipakai oleh tubuh. Glukosa juga makanan yang bagus untuk kerja otak dan organ vital lain, seperti ginjal dan sel darah merah.

Walaupun gula berperan sebagai sumber tenaga esensial, bukan berarti Anda boleh dengan bebas mengonsumsi gula. Efek negatif dari gula yang paling mengkhawatirkan ialah penyakit diabetes mellitus. Penyakit ini disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat, semisal terlalu banyak mengkonsumsi gula.

Resiko Penyakit Bila Anda Konsumsi Gula Berlebih bagi Tubuh

Kelebihan gula juga bisa mengakibatkan naiknya berat badan bahkan obesitas sehingga memunculkan berjenis-jenis penyakit. Efek lainnya yakni gampang lelah, tak jarang mengantuk, dan susah berkonsentrasi. Meskipun orang yang kekurangan gula akan menonjol kurus, lemas akibat kekurangan kekuatan, dan kekurangan nutrisi sehingga mudah sakit.

Berikut ini penjelasan mengenai efek dan bahaya dari konsumsi gula yang berlebihan.

1. Serangan Jantung dan Stroke

Penelitian yang dikerjakan sebuah universitas di Atlanta, AS, menemukan bahwa konsumsi gula pada makanan berakibat buruk bagi jantung. Makanan dengan kadar gula tinggi dapat menurunkan kadar HDL atau kolesterol bagus. Meski berdasarkan Asosiasi Jantung Amerika, konsumsi gula tambahan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.

Sebuah hasil studi juga menemukan orang yang mengkonsumsi lebih dari 17,5 persen kalori dari gula sekitar 20-30 persen lebih mungkin untuk memiliki kadar trigliserida yang tinggi. Trigliserida adalah ragam lemak yang ditemukan dalam darah. Kalau Anda mengkonsumsi gula lebih dari yang diperlukan, karenanya kelebihan gula dalam format trigliserida akan disimpan dalam sel lemak.

Kadar trigliserida yang tinggi dan kadar HDL yang rendah berkontribusi kepada aterosklerosis, yakni suatu keadaan pengerasan arteri yang meningkatkan risiko penyakit dan serangan jantung, juga stroke.

Resiko Penyakit Bila Anda Konsumsi Gula Berlebih bagi Tubuh

2. Depresi

Mengkonsumsi gula dan karbohidrat dapat meningkatkan suasanahati, melainkan memicu tubuh melepaskan hormon serotonin. Sebagian pakar percaya bahwa resistensi insulin mungkin memaksa pelepasan hormon stres kortisol dan GLP-1. Gangguan perilaku pada lazimnya dipengaruhi oleh jumlah gula yang dikonsumsi. Fluktuasi kadar gula darah juga menyokong metabolisme dan suasana hati.

3. Infeksi Jamur

Peningkatan kadar gula tubuh bisa menolong fermentasi jamur. Infeksi jamur di mulut umumnya disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari jamur Candida. Ketika gula darah betul-betul tinggi, kelebihan gula dalam air liur dan air kencing menyediakan tempat perkembangbiakan yang total bagi jamur.

4. Kanker

Kekerabatan gula dan kanker cukup angker. Walaupun tak rupanya bahwa gula menyebabkan pertumbuhan kanker dalam tubuh secara seketika, tapi obesitas dapat meningkatkan risiko mengoptimalkan sejumlah kanker.

Sejumlah penelitian menampakkan kekerabatan yang kuat di antara konsumsi gula dan peningkatan risiko kanker. Perempuan dengan kadar gula darah amat tinggi jauh lebih mungkin untuk menderita kanker payudara.

Resiko Penyakit Bila Anda Konsumsi Gula Berlebih bagi Tubuh

Baca Juga : Obat Untuk Mengatasi Gangguan Kecemasan

5. Obesitas

Makanan yang mengandung gula tinggi juga mengandung kalori yang tinggi. Konsumsi kalori yang terlalu banyak adalah penyebab utama naiknya berat badan dan obesitas. Penambahan gula pada makanan tidak akan menambah nutrisi, tetapi cuma kalori.

Seperti dikenal bahwa plastic icing, royal icing, butter cream, dan sejenisnya mengandung sukrosa. Sukrosa merupakan sahabat makanan manis yang juga dapat memunculkan imbas kurang bagus bagi tubuh kalau dikonsumsi terus menerus.

Butter cream, icing, dan biskuit mengandung gula dan lemak. Asal menggunakan bahan makanan yang aman, tentu baik untuk dikonsumsi. Melainkan, yang disebut “baik” itu benar-benar tergantung pada jumlah dan seberapa seringnya dikonsumsi. Konsumsi apa malah yang berlebihan tentu tidak baik. Konsumsi gula dan lemak secara berlebihan bisa menimbulkan persoalan kesehatan, termasuk obesitas.

6. Diabetes

Asosiasi Diabetes Amerika memberi anjuran Anda untuk mengatur konsumsi gula dan memilih zat lain pengganti gula untuk memberikan rasa manis. Pengendalian asupan gula dan memantau kalori bisa membantu mencegah timbulnya diabetes Tipe 2.

Resiko Penyakit Bila Anda Konsumsi Gula Berlebih bagi Tubuh

Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 310.000 responden menyatakan bahwa orang yang minum 1-2 porsi makanan manis sehari mengalami peningkatan risiko diabetes Tipe 2 sebesar 26 persen. Mengonsumsi minuman manis cenderung menyebabkan kenaikan berat badan, yang yakni faktor risiko untuk diabetes.

Diabetes adalah penyakit yang bisa terjadi sebab beberapa elemen, termasuk tingginya kadar gula di dalam tubuh sehingga tidak dapat terproses dan mengendap sampai menjadi kristal pada ginjal. Sekiranya terlalu lama dibiarkan, kerja ginjal pun terganggu dan terjadilah kerusakan pada ginjal hingga menyebabkan diabetes.

7. Kurang Energi

Minuman berenergi atau kopi mungkin terdengar sebagai solusi terbaik untuk meningkatkan daya Anda. Melainkan kandungan gula yang tinggi di dalamnya justru menghilangkan kekuatan secara drastis semacam itu gula atau kafeinnya keluar dari metode tubuh. Anda akan kelelahan dan lebih lapar mengkonsumsi makanan tinggi gula melainkan rendah karbohidrat. Sebagai ganti makanan bergula, pilihlah buah segar atau yoghurt tawar sebagai sumber daya.

Resiko Penyakit Bila Anda Konsumsi Gula Berlebih bagi Tubuh

8. Kerusakan Gigi

Menurut Asosiasi Dental Amerika (ADA), makanan dan minuman yang tinggi gula bisa menyebabkan karang dan lubang pada gigi. Gula merupakan makanan bagi bakteri yang memproduksi asam yang dapat membuat lubang pada gigi. ADA menganjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan dengan gula tambahan, rajin menyikat gigi, dan mengunyah permen karet 20 menit sesudah makan untuk mencegah gigi berlubang.

Bila Anda banyak mengonsumsi makanan manis dan jarang membersihkan gigi setelahnya, maka gigi akan memiliki banyak karies. Alasannya, gula pada permukaan gigi menjadi makanan utama kuman sehingga bakteri berkembang secara berlebihan di dalam mulut. Gula kemudian diubah oleh kuman menjadi asam.

Asam yang melekat pada permukaan email akan melunakkan permukaan email hal yang demikian, sehingga gigi mudah rusak dan bakteri akan kian gampang masuk lebih dalam lagi. Kemudian bakteri akan tinggal di dalam lubang dan berkembang biak.

Karies akan semakin dalam dan seterusnya, hingga gigi-gigi menjadi semakin rusak. Oleh sebab itu gula sangat membahayakan bagi Buah, lebih-lebih cokelat, sebab selain manis sifatnya lengket di permukaan gigi terpenting di sela-jeda gigi.

Resiko Penyakit Bila Anda Konsumsi Gula Berlebih bagi Tubuh

9. Jerawat

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Nutrition & Food Research, makanan yang dikonsumsi dapat memberi pengaruh kulit. Makanan tinggi glikemik dapat menyebabkan lonjakan besar dalam gula darah. Makanan berglikemik tinggi, seperti

  • karbohidrat olahan,
  • minuman manis, dan
  • buah-buahan tertentu

Walaupun makanan rendah glikemik, seperti gandum utuh, akan dipecah menjadi gula lebih lambat sehingga variasi makanan hal yang demikian tak menyebabkan lonjakan gula darah.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang diet rendah glikemik mengalami penurunan 50 persen pada jerawat. Meski orang yang diet tinggi glikemik mengalami kenaikan 14 persen. Para peneliti kemudian berspekulasi bahwa resistensi insulin, umumnya berhubungan dengan makan diet tinggi glikemik, mungkin menyebabkan peradangan dan produksi minyak penyebab jerawat.

Resiko Penyakit Bila Anda Konsumsi Gula Berlebih bagi Tubuh

Baca Juga : Cara Mengatasi Tumit Kaki Pecah-pecah dan Kasar

si Kecil Hiperaktif sebab Gula?

Buah hati amat menyenangi makanan manis. Tak heran sekiranya timbul pendapat bahwa anak-buah hati yang kerap mengkonsumsi gula dapat membuatnya lebih hiperaktif. Namun pendapat ini tidak benar. Makanan manis tak membikin buah hati menjadi hiperaktif. Sebuah hasil studi menampakkan bahwa tak ada kekerabatan konsumsi gula dengan buah hati yang menjadi hiperaktif, kecuali anak tersebut memang sudah didiagnosis mempunyai gangguan hiperaktif.

Di sisi lain sebuah hasil penelitian menyuarakan bahwa pewarna makanan sintetis justru dapat memberi pengaruh hiperaktivitas buah hati. Seorang si kecil yang sudah didiagnosis hiperaktif akan kian meningkat hiperaktivitasannya bila dia banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung pewarna sintetis. Kecuali itu penelitian juga menampilkan hasil serupa pada si kecil-si kecil yang tidak memiliki gangguan hiperaktif.

Demikian info berkaitan dengan Resiko Penyakit Bila Anda Konsumsi Gula Berlebih bagi Tubuh, kami harap artikel ini bermanfaat buat Anda. Mohon artikel ini dibagikan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

You May Also Like

About the Author: Rasyid Muhammad

Saya adalah penulis dan pemilik kitapandai.com, Blogger asal Kapuas Kalimantan Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.